Langsung ke konten utama

Cerita Puisi Percintaan 2


Malam ini
Aku menikmati rinduku padamu
Terlalu mengidolakanmu adalah biasaku
Nafasku telah menyatu dengan segala rasa tentangmu
Aku tahu ini sangat sulit
Karena aku bukan cintamu
Betapa semua terasa indah
Seandainya sekali saja aku bisa meraihmu
Aku selalu berandai kau tertarik padaku
Maumu menjadi mauku
Mauku menjadi maumu
Aku tak ingin hari segera pagi
Pasti akan terasa sakit
Jika mentariku
Orang lain yang menikmati
Salahkah aku mencintaimu
***
“ malam sayang, tumben baru dateng, gak tau apa aku lagi kangen”

“ngaco kamu, sejak kapan kita jadian, hans kamu pernah jatuh cinta gak?”

“hmmm jangan bilang kalau kamu sedang jatuh cinta ya”    

“kayaknya sih begitu, kata orang cinta itu membawa kebahagiaan, tapi kenapa terasa sakit ya hans”

“aku pernah jatuh cinta, tapi aku gak mudah jatuh cinta, malah aku baru putus, pacarku dijodohin dan besok lusa dia nikah”

“duh sorry banget ya, terus perasaanmu gimana”

gak usah bilang sorry deh kalau pertanyaannya masih lanjut, hmmmm yah dibilang sakit ya sakit, dibilang enggk juga dusta, aku dah lama pacaran sama dia, tapi kupikir mungkin Allah punya cerita lain untukku, lagi pula kami gak bisa berbuat apa apa, posisi dia sekarang sulit, orang tuanya sakit parah, kalau dia sampai nolak permintaan orang tuanya, jadinya akan fatal”

emang ortunya gak tau sama hubungan kalian? Duh aku jadi gak enak, tapi kepo hehehe dah kayak sinetron soalnya”

“dasar ya kamu, ortu kami udah sama2 tau, tapi.... sudah lah lupain aja.”

“gagal deh live sinetronnya”

“kamu sendiri kenapa, putus juga? Atau ditinggal slingkuh?  xixixi”

puas? Enggak sih hans, aku suka sama seseorang, tapi kayaknya bertepuk sebelah tangan, dia terlalu memberi harapan padaku, sampai aku tenggelam terlalu dalam. Entahlah aku dah kayak orang gila”

“udah tau dia php in kamu, kamunya masih bertahan”

“ini pertama kalinya aku jatuh cinta, aku gak bisa menghidarinya hans, huh aku terlalu ke GR an sampai menaruh harapan terlalu besar sama dia”

udah deh jangan buang waktu, mending sama aku aja”

“yah, ini mah lebih parah dari aku, gak semudah itu dong, masak langsung nembak, lagi pula aku dah suka sama orang lain”

rapuh.
Kata itu mungkin pantas untukku saat ini
rayuannya sangat menusuk
tergores sisa jiwaku karenanya
dia yang di sana
yang mungkin sudah menjadi milik orang lain
tak mungkin berubah rasa memikirkanku
apalagi ini
Tuhan jangan siksa aku dengan cinta dan ragu
Sehari harinya dia berlalu lalang dibenakku
Kapan dan andai saja terjadi.
Huft ini lagi
Cinta datang disaat yang tidak tepat

“kalau ada ngelamunnya berati bisa aja aku dikasih kesempatan, yes.”

“Enggak bisa gitu dong, aku cuman mikir aja, ni orang ngapa ya, gila kali ya orang lagi jatuh cinta malah ditembak”

“kurang berpengalaman sih, makanya ngeles terus”

ooooo rupanya kamu ni play boy ya, pengalaman ya rupanya”

“hahaha nih ya aku kasih tahu, skripsiku itu tentang cinta yang sering dihadapi anak muda zaman sekarang, anak sikologi apa sih yang gak dimengerti, orang yg lagi rapuh dan galau itu sasaran empuk untuk didapetin cintanya, kayak kamu ini”

gilingan padi..!!! hans nih ya aku kasih tau juga, tidak semua yang rapuh mudah hancur, tidak semua yang galau bisa dijadikan sasaran, lagi pula sekalipun cintaku bertepuk sebelah tangan, aku menikmati cintaku ini kok, cinta tak harus memiliki supaya dosanya nggak terlalu banyak hehehe”

liat aja nanti, aku semakin suka sama kamu”

tau ah gelap”

Rona wajahku mugnkin tak bisa membongimu
Sesekali dia tersenyum menatapku.
Ah kenapa hati mulai gak beres
Seperti ditiup angin ditelinga
Geli menumbuhkan cinta
Cintaku segeralah kau kembali dipikiranku
Aku sudah mulai tak mampu mengendalikan hasratku
Datanglah seperti biasanya
Yang tak lelap tidurku
Tanpa memimpikanmu
Yang tak tenang hatiku
Tanpa memikirkanmu
Dia yang merajai hati
Mencoba untuk menculikku dalam rsah
Mencoba mendekatiku dengan rayu
***

“parah nih anak, gak usah dijawab sekarang, santai saja”

“kamu tuh yang parah”

“mau kemana?”

***


bersambung...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Kelas Menjadi Menyenangkan

Pendidikan yang efektif tidak hanya bergantung pada penyampaian materi, tetapi juga pada suasana kelas yang menyenangkan dan menarik. Di dunia pendidikan, baik di Indonesia maupun di luar negeri, telah diakui bahwa lingkungan belajar yang positif dapat meningkatkan motivasi dan konsentrasi siswa. Menurut Muhammad Ali, seorang peneliti pendidikan di Universitas Negeri Jakarta, "Suasana kelas yang menyenangkan dapat mengurangi stres siswa dan memfasilitasi proses belajar yang lebih baik." Hal ini sejalan dengan penelitian dari John Hattie, seorang peneliti pendidikan global, yang menunjukkan bahwa suasana kelas yang positif berkontribusi signifikan terhadap hasil belajar siswa (Hattie, 2009). Oleh karena itu, kita perlu mendiskusikan berbagai bahan dan metode yang dapat kita terapkan untuk membuat kelas menjadi lebih menarik. Salah satu bahan yang dapat kita gunakan untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan adalah alat peraga pendidikan. Alat peraga ini tidak hanya me...

Hari Santri Nasional: Santri Siap Siaga untuk Negeri

Hari Santri Nasional adalah momen penting dalam sejarah Indonesia yang memberikan penghargaan kepada santri dan pondok pesantren atas kontribusinya bagi bangsa. Sejak ditetapkannya pada 22 Oktober 2015 oleh Presiden Joko Widodo, Hari Santri menjadi salah satu momentum refleksi bagi masyarakat Indonesia akan peran penting para santri dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI. Menurut Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, santri memiliki tanggung jawab besar dalam merawat nilai-nilai kebangsaan dan terus berperan aktif dalam pembangunan negara. "Santri adalah pilar yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia," ujarnya. Ahmad Baso, seorang peneliti dan pengamat pesantren, juga menekankan bahwa santri di masa kini tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan tetapi juga dalam berbagai sektor lainnya, termasuk pendidikan, ekonomi, dan sosial. "Hari Santri adalah pengingat bahwa santri selalu berada di garis depan dalam mengatasi tantangan zaman, baik dalam hal agama ...

Hari Guru Nasional: Mengapresiasi Peran Guru sebagai Pilar Pendidikan

Ilustrasi Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Dalam upaya menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan kompetitif, peran guru menjadi sangat vital. Hari Guru Nasional, yang diperingati setiap tanggal 25 November, bukan hanya momentum untuk mengapresiasi jasa guru, tetapi juga refleksi tentang bagaimana profesi mulia ini membentuk masa depan bangsa. Menurut Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia, “Guru adalah pemimpin yang sejati, yang di depan menjadi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberikan dorongan.” Di kancah internasional, pandangan serupa juga diungkapkan oleh John Dewey, seorang filsuf pendidikan Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa “Guru adalah agen perubahan, pembawa obor harapan yang menghubungkan masa kini dengan masa depan.” Dengan latar belakang ini, kita perlu memahami lebih dalam tentang pentingnya Hari Guru Nasional serta langkah-langkah konkret untuk menghargai jasa guru. Rekomendasi Bahan Refleksi ...